Bakti untuk Negeri di Masa Pandemi, SD Muhammadiyah Ponorogo Laksanakan Upacara HUT RI Secara Virtual

Peringatan Hari kemerdekaan Republik Indonesia atau yang sering kita sebut HUT RI kali ini pasti akan sangat terasa berbeda. Biasanya, setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia merayakan HUT RI dengan meriah, mulai dari Upacara bendera hingga berbagai macam perlombaan masyarakat seperti lomba panjat pinang, lomba makan kerupuk, tarik tambang, hias sepeda, dan lain-lain. Peringatan HUT RI dilaksanakan dengan upacara bendera dan peringatan detik-detik proklamasi pada pagi hari. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan pasal 7 ayat 3 mengatur tentang kewajiban mengibarkan bendera Merah Putih bagi setiap warga negara yang memiliki hak penggunaan rumah, gedung kantor, satuan pendidikan, transportasi publik dan transportasi pribadi di wilayah NKRI, serta kantor perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri pada tanggal 17 Agustus. Kini, pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk mengibarkan bendera merah putih selama satu bulan penuh di bulan Agustus dari tanggal 1 hingga 31 untuk memperingati HUT RI. Hal tersebut sudah kewajiban dan kebiasaan kita, selain itu juga sebagai wujud Nasionalisme dan bakti kita untuk negri dalam memeriahkan hari kemerdekaan. Lalu, apa bedanya dengan perayaan kita pada tahun ini? Mengingat kita masih berada di masa pandemi yang membatasi semua kegiatan kita. SD Muhammadiyah Ponorogo mengadakan peringatan HUT RI ke 76 secara virtual melalui Zoom dan Live Youtube dengan teknis seluruh bapak ibu guru dan siswa – siswi diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut dari rumah. Petugas upacara adalah bapak ibu guru SD Muhammadiyah Ponorogo. Dengan tetap mengadakan upacara HUT RI secara virtual ini, sudah membuktikan bahwa seluruh warga SD Muhammadiyah memberikan baktinya untuk negeri ini. Meskipun harus mengikuti upacara secara virtual, tetapi ketika pengibaran bendera berlangsung, sambil mendengarkan lagu kebangsaan negara Indonesia, perasaan haru dan takjub tetap terasa di hati seluruh peserta upacara. Begitu pula ketika petugas membacakan teks proklamasi, seluruh peserta upacara terlihat sangat serius memerhatikan dan tidak ingin tertinggal setiap rangkaian acara. Dalam sambutannya ibu Hj. Hartiningsih selaku Kepala SD Muhammadiyah Ponorogo juga sangat mengena di hati, karena berisi tentang tujuan dan manfaat diadakannya Upacara ini, yaitu merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang mencakup nilai-nilai penanaman sikap disiplin, kerja sama, rasa percaya diri, dan tanggung jawab. Dengan begitu, hal ini dapat mendorong lahirnya sikap dan kesadaran berbangsa dan bernegara serta cinta tanah air di kalangan peserta didik. Sementara itu, menurut Krisbiantoro, waka kesiswaan SD Muhammadiyah Ponorogo pada kesempatan kali ini selain upacara juga diadakan pemberian penghargaan kepada 3 siswa terbaik SD Muhammadiyah Ponorogo yang diberikan kepada Alya Mumtaza Bafagih, Rusyidan Brillian dan Damai Triannida sebagai penghargaan atas prestasi-prestasi yang sudah diperoleh ketiga siswa tersebut pada tahun ini. Salah satu poin penting tujuan upacara bendera ialah menumbuhkan rasa nasionalisme anak bangsa. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang harus melekat selama negara ini masih berdiri. Oleh karena itu, upacara bendera menjadi salah satu kegiatan penting untuk membentuk karakter bangsa. Selain itu, seluruh warga SD Muhammadiyah juga selalu berharap agar negara ini tetap berjaya. Kami bangga menjadi warga negara Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesiaku. Merdeka!!!

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.