Bulan Imunisasi Anak Sekolah pada Masa Pandemi Covid 19

Imunisasi merupakan proses untuk membuat imun pada seseorang agar kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang system kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut.

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dilakukan tiga kali dalam setahun secara serentak di seluruh Kabupaten/kota di Indonesia. Program BIAS ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak usia SD terhadap penyakit campak (Bias MR), difteri, dan tetanus. Jenis imunisasi yang terkait tiga penyakit tersebut adalah, imunisasi campak, Difteri Tetanus (DT), dan Tetanus (Td). Sebanyak 28,3% anak berusia 5-7 tahun masih terkena campak meskipun sudah mendapatkan vaksinasi sewaktu bayi. Atas dasar ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membuat rekomendasi Imunisasi ulang pada anak kelas 1 di seluruh Sekolah Dasar.

Mengingat banyaknya virus yang menyerang anak-anak, serta instansi sekolah juga sangat rentan menjadi tempat penyebaran virus ini, maka hari ini, Senin 6 September 2021, SD Muhammadiyah Ponorogo tetap melaksanakan BIAS Campak di masa pandemic covid 19 untuk siswa kelas 1. Tentu saja imunisasi dilaksanakan dengan prokes yang sangat ketat. Sejumlah 94 siswa dibagi ke dalam 5 kelompok, dan tiap kelompok dibuat menjadi 3 sesi untuk diberikan vaksin tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengurangi adanya kerumunan sehingga tidak menyebabkan potensi penyebaran covid-19. Tim kesehatan dari Puskesmas Ponorogo Utara berjumlah 6 orang juga sangat menerapkan prokes yang tak kalah ketat.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi seluruh anak berusia 5-7 tahun. Dilansir dari Kementrian Kesehatan RI, Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya pemberian imunisasi measles rubella (MR) untuk menghindarkan anak dari risiko cacat hingga kematian.
Seluruh guru dan wali murid dari SD Muhammadiyah Ponorogo berharap dengan pemberian vaksin campak melalui program tahunan ini, dapat menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan rubella di tahun 2021. Sehingga seluruh anak-anak di Indonesia terbebas dari penyakit tersebut, diberikan kesehatan selalu. Kegiatan belajarpun akan berjalan dengan lancar.

By : Agung Riyadi, S.Pd

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *